Membaca curhatan seorang member satu forum yang menceritakan kisah cintanya yang tak kesampaian, cinta terlarang pada rekan sekantornya, angan melayang pada kisah yang ku alami sendiri bertahun silam. Sosok Wishnu -sebut aja begitu, bukan nama sebenarnya lah hehehe- langsung mewujud kembali dalam relung hati. Kisah rumit antara pertemanan dan kasih sayang terurai kembali dalam lembar-lembar ingatan, kisah lama yang tadinya sudah terlipat rapi, tersimpan di ujung gelap sebuah lemari tua yang terlupakan.
Cerita masa sekolah yang indah namun berliku. Persahabatan erat yang terasa hangat melingkupi, membuat rasa nyaman yang membuai. Manis semu. Membuat lupa akan kenyataan hidup yang pahit.
Ingin selalu bersama. Meringkuk dalam kehangatan nyaman itu. Memilikinya. Selamanya. Tapi dari awal pun ku tahu, itu tak bakal mewujud menjadi nyata. Manis nikmat itu sesemu musim yang selalu berganti tanpa kepastian. Dengan mengerti semua ini, mengapa tetap saja aku tak berdaya untuk menghindarinya? Menjelang masa sekolah usai makin terasa ketidakmungkinan itu. Kelulusan, yang kemudian disambung dengan dunia kerja mengubur dalam-dalam segala kenangan. Hilang sudah harapan dan mimpi-mimpi. Yang tersisa hanya nyeri yang kadang masih suka meremas-remas hati.