Berlari menuju kehancuran. Melemparkan diri ke dalam mulut buaya. Meski tahu kan hancur remuk, tak bisa berbelok arah. Sia -sia smua usaha tuk menjauh. Yang ada hanya makin tertarik mendekat. Macam kunang-kunang tersihir pancaran sinar lampu. Oh, cahaya yang indah. Mengapa kau bawa aku menuju ke kematianku? Tak bisakah berhenti bersinar sejenak? Biar ku lepaskan diri dari jerat indah cahayamu. Biar ku berbalik kembali ke tempatku yang hina namun aman.
oh, cahaya, begitu angkuhmu kah hingga tak mau tahu? atau kau memang tak tahu? haruskah ku menjerit agar kau berhenti berpijar? Atau haruskah aku hancurkan dirimu agar tak pancarkan lagi cahaya kemilau yang membuatku hilang kendali itu? Oh,cahaya terang, katakan padaku apa yang harus kulakukan. Janganlah kau terpaku membisu menatapku. Katakanlah padaku, meski kata-kata itu akhirnya kan meremukkanku juga. Katakan padaku, oh, cahaya terangku.
Januari 22, 2008
Kunang-kunang kecilku
Posted by aito under curahan hati | Tag: Cinta, Hancur, kata, kunang |Leave a Comment