Januari 2008


Dahulu, hingga belum terlalu lama yang lalu, aku selalu berpikir bahwa cinta tak bisa lepas dari tampak luar atau tampilan fisik. Aku masih ingat beberapa kali aku terheran-heran melihat orang-orang di sekitarku yang menjalin hubungan cinta dengan orang-orang yang secara fisik ‘nggak menarik sama sekali’ (kalau mau nggak dibilang jelek, or worse : hideous! hahaha). Aku selalu merasa yakin bahwa aku sendiri nggak akan tertarik dengan orang-orang seperti itu. Dalam bayanganku yang adalah bahwa aku hanya akan bisa tertarik pada orang-orang yang cantik atau ganteng. There’s no way I would fall for some ugly person though I never consider myself handsome. But wait a minute. Yakin bakal selalu begitu?
Yakin bahwa yang cantik selalu lebih baik?

Beberapa waktu yang lalu, aku harus meralat cara berpikirku seperti di atas. Walau dengan agak terpaksa, aku harus mengakui bahwa tampang tidak selalu menjadi pertimbangan utama akan ketertarikan terhadap seseorang. Dengan mudahnya aku beberapa kali jatuh, bukan karena tampang yang bagus, semata karena tingkah laku. Hal-hal kecil yang seakan sepele seperti caranya tertawa, gerak-geriknya yang konyol dan lain sebagainya.
Dunia memang selalu memiliki caranya sendiri. Berbagai ideal yang kita coba paksakan sering pada akhirnya tak bisa diterapkan. Ada hal lain diluar keindahan material. Sesuatu yang tak bisa dijelaskan namun begitu mudah dirasakan.
Begitu mudahnya hingga harus berulangkali jatuh. Yang lebih mengesalkan bahwa aku harus menghadapi kenyataan bahwa cinta itu sulit untuk diwujudkan, atau bahkan sekedar untuk dinyatakan dalam sepenggal kalimat. So sweet yet so bitter to taste. And yet you cannot escape it. Satu hal yang teramat sulit untuk dilakukan : lari dari perasaanmu sendiri.

Akhirnya, gw beli juga laptop ini. Acer Aspire 4715z. 10 Januari 2008.
Waktu berencana beli laptop ini, tentu saja dalam benak saya penuh dengan berbagai rencana indah tentang apa saja yang bisa saya lakukan dengannya. Hehehe. Namanya juga ngayal. Setelah barangnya ada di tangan, apa lantas saya jadi sok sibuk di hadapan laptop? Nggak mungkin banget kali yaa. Tetep aja yang saya lakukan pertama dengan laptop adalah mengetik-ngetik blog nggak mutu ini (tentunya di luar menginstall bermacam software yang saya perlukan macam Autocad, Sketchup, Adobe Photoshop, sampe program-program nggak guna kaya file explorer dan theme creator untuk hape saya). Hehehe.
Selain bergaya sok sibuk ngetik blog ini, hal lain yang saya lakukan saperti biasa saya selalu lakukan tiap kali mendapatkan gadget baru: membeli asesoris pendukungnya. Dengan hape saya pasti akan sibuk mencari handsfree yang menghasilkan suara bagus, silicon case biar hape nggak licin dipegang, gantungan imut biar hape agak centilan dikit (wakakak), etc etc. Lalu kali ini dengan laptop? Sebenernya si banyak yang mau dibeli, tapi berhubung perlengkapan pendukung benda ini ‘relatif’ mahal-mahal akhirnya yang kebeli cuman ‘tas dalem’-nya dan optical mouse berwarna orens norak.
Lalu apa gunanya postingan ini tanpa adanya kesan dan pesan tentang sang laptop itu sendiri? Seperti juga tiap kali saya membeli atau mencoba hape baru atau gadget lainnya, selalu disusul dengan kemunculan sedikit review di blog saya(aito.wordpress.com), kali ini saya juga akan mencoba menulis sedikt tentang laptop baru saya, minimal kesan-kesan awal yang saya dapat dari beberapa hari saya menggunakannya.
Bentuknya? Cukup lucu. Awalnya selain, acer ini, saya juga mempertimbangkan axioo tipe yg berlayar 12’(dan berbodi pink, hihihi) dan lenovo g400. Tapi layar axioo terlalu kecil untuk menggambar cad (kata teman saya). Sementara bentukan lenovo g400 bener-bener boring abisssss.
Layarnya? 14’ WXGA crystalbrite (apapun itu). Yah, biasa aja sih. Cuman ini emang pengalaman pertama dengan laptop berlayar tipe ‘widescreen’. Tapi lama-lama juga bisa aja. Hehehe.
Keypad enak. Bodinya juga lumayan asik dengan tekstur ‘keset’-nya (I hate anything glossy, especially electronic stuffs)
Kecepatan prosesnya? Yaaa, kemarin si saya coba buka-buka 3d-an sketchup yang udah dalam kondisi separu jadi lengkap dengan tekstur dan bayangan, kayaknya si lancar-lancar aja.
So far, everything’s good. I hope it will continue. Ever after. Hehehe.

Karena ingin menulis tentang hal-hal lain diluar masalah hape, ya udah aku bikin aja lagi blog baru di wordpress. Masih dengan bau-bau aito. Aitoanything.

« Halaman Sebelumnya