whew.
gapapa kali, dear.
masi mending kamu, i think. at least you still have the courage to express your sorrows truthfully to others.
lha gw? kalo ada temen tukutuk dateng ato telp ato sms ato whatever, mau curhat, gw langsung (sok bergaya) smangat 45 ‘ayo, ayo, silaken’. berlagak sok pendengar yang baik dan benar, sok bijak menasehati ( atau menyesatkan yah? huahuahaua)
padahal, look at myself! it’s just a bunch of ruins!
kadang gw merasa kaya Amelie Poulain, gw sibuk memperhatikan masalah orang-orang, sementara masalah gw sendiri berceceran tumpah di jalanan. dan gw bahkan gak punya keberanian untuk dengan tulus membaginya ke orang lain!!!
sad it is, i admit. hypocrite i am.
perhaps (at least for the moment) the only person i consider to share is you (sorry to bother you) as i cannot find another one who can listen and still be neutral to my problems. (selain my beloved blog tentunya, heheheh)
actually, it might not sound as an honour for you. a burden, perhaps, yes, it is.
so, i’m really sorry to bother you with my weakness.
sorry.
and thanks very much.
Juni 15, 2008 at 11:54 am
quote:
hmmmm… mas…
kok sama banget yah kek saya, dan saya melihat ke dalam hidup saya, whew…
hihihi… mas, don’t you think there must be something we
needhave to do?just try to share my thougt, I really understand this post had been so long ago. Sorry if I was rude and impolite…
PS: soalnya saya juga mendambakan jodoh seperti tulisan mas yang ini dan merasa tidak nyaman dengan jurusan saya yang sekarang seperti tulisan mas yang ini.
Juni 15, 2008 at 11:57 am
oh salah, yang salah jurusan harusnya link-nya yang ini.
Juni 15, 2008 at 10:24 pm
hihihi. masa sih? terus terang emang saya merasa beruntung bgt punya temen yg mau dengerin keluh kesah ku yg seringnya gak mutu. hehe. temen2ku yg ku anggap ckp dkt nggak banyak. tp untungnya mrk sgt supportive, apalagi mengingat ‘kasus’ku yg aneh bin ajaib, so lucky i am to have friends who understand