Sebelum mulai membahas, mending ditetapin dulu batasan ‘long-distance relationship’ yang mau dianalisa tu gimana.
jadiiii….yang dimaksud long-distance relationship dalam pembahasan ini pokoknya suatu hubungan baik pacaran, pertemanan dll yang terpisah jarak yang cukup signifikan. Nggak harus selalu berbeda kota atau malah beda pulau, beda negara. Kadang, sama-sama di jakarta pun, kalau berbeda area pun bisa dianggep long-distance. Secara di jakarta kan kemana-mana macet, dan di Jakarta ini rasanya kita memang rata-rata lebih banyak menghabiskan waktu di jalan daripada beraktifitas sebagai mana mestinya.
Ada teman yang mengeluh, susah menjalani long distance relationship (dalam kasus ini pacaran), meski perkembangan jaman telah memperbanyak pilihan untuk ber-komunikasi jarak jauh, baik melalui telpon, telpon selular, e-mail, messenger dsb. Dengan berbagai macam sarana telekomunikasi seperti itu, tetap saja tidak bisa menjembatani hubungan mereka (walau mungkin juga masalahnya bukan terletak pada jarak yang memisahkan mereka, tapi ada pada sang pelaku itu sendiri, hehehe). Gw sendiri juga mengalami hal yang hampir sama. Teman-teman lama yang dulunya hangat akrab jadi renggang atau bahkan lebih parah hilang begitu aja. Telpon maupun email tak kuasa mendekatkan jarak fisik yang jauh. Sudah tuker-tukeran nomer hape. Alamat email punya. Profile friendster tau. Tetep aja komunikasi nggak jalan. Nggak tau deh. Mungkin kalo dalam kasus gw, emang gw yang salah. Mungkin gw terlalu gampang ‘lupa’ saat nggak bisa lagi bertemu muka secara fisik. Tak bisa lagi menatap, menyentuh. Hehehe. Dangkal banget ya gw?
Gw nggak menutup mata akan banyaknya hubungan yang tetap survive meskipun terpisah oleh samudera dan benua luas. Nggak tau apa rahasia sukses mereka. andai saja ada yang mau membagi pengalamannya. Cukupkah sekedar niat atau cinta yang menggebu-gebu? Nggak tau ya…Cuman orang yang sudah berpengalaman begitu dan sukses yang bisa menjawabnya.