Tiba di Jogja senja sudah menjelang. Dari stasiun Tugu kita langsung menyusuri malioboro, tentunya setelah sahabat-sahabatku menunaikan sholat dulu. Jalan kaki hingga perempatan kantor pos besar.
Bergaya di bawah cemerlangnya lampu yang menerangi senja. Hihihi…
Hari berikutnya kami pergi ke candi Borobudur.
Mengagumi masa-masa keemasan yang telah lalu berabad-abad.
Edi berpose bak Indiana Jones, tapi kini bersenjatakan GPS device. Huahaha…
Aku mana mau kalah, bergaya nggak jelas…
Cuaca muram, mendung. Hujan mulai rintik berjatuhan.
Kabut menggantung di sekeliling wilayah candi.
Hujan seperti enggan berhenti, kami pun tak mau berhenti bergaya di depan kamera (wakaka)
Hari berikutnya kami menjelajahi kraton kesultanan Yogyakarta. Ada orang yang terlalu ‘excited’ dan gembiranya bisa berada di situ.
Seperti biasa, aku pun turut bergaya…hehehe…
Cuaca amat cerah, panas berdebu. Sangat berkebalikan dengan kemarin sewaktu mendaki Borobudur yang selalu dibayangi awan mendung gelap dan air hujan.
Capek bercampur haus saat menjelajahi istana yang lumayan luas juga ini.
Dari kraton kami langsung berjalan kaki ke Tamansari. Melihat lorong-lorong gelap dan reruntuhan yang indah nan misterius (ceile…hehehe)











