Fixement, le ciel se tord
Quand la bouche engendre un mot
Là, je donnerais ma vie pour t’entendre
Te dire les mots les plus tendres

When all becomes all alone
I’d break my life for a song
And two lives, that’s to tomorrow’s smile
I know, I will say goodbye
But a fraction of this life
I will give anything, anytime

L’univers a ses mystères
Les mots sont nos vies

We could kill a life with words
Soul, how would it feel

Si nos vies sont si fragiles

Words are mysteries

Les mots, les sentiments
Les mots d’amour, un temple

If I swept the world away
What could touch the universe
I would tell you how the sun rose high
We could with a word become one

from ‘Les Mots’ by Mylene Farmer feat. Seal

Begitu dahsyatnya kemampuan dari kata-kata.
Les mots sont nos vies

Orang-orang yang mampu menggunakan kata-kata dengan baik untuk kepentingannya membuat iri.  Tapi tak kurang pula orang yang menggunakan kata-kata dengan sembarangan, tanpa sadar akan konsekuensi apa yang mengikuti di belakang kata-kata itu.  Mungkin hasil akhir dari kata-kata itu tak separah seperti yang disebut dalam lirik lagu di atas ‘We could kill a life with words‘.  Mungkin yang ada sekedar hati manusia yang disakiti.  Sekedar.  Yah, sayangnya beberapa orang sepertinya memang menganggapnya demikian.  Sekedar.  Mereka mengumbar kata-kata tanpa batasan, tanpa peduli apapun, hanya untuk membuat diri mereka sendiri puas, lega karena telah berhasil menyakiti orang lain secara mental.  Lebih parahnya lagi bila untuk ’sekedar’ menyakiti hati orang lain itu pun, si bandit kata-kata ini masih harus pula mempraktekkan plagiarisme, alias meminjam tanpa ijin, kata-kata milik orang lain.  Kejahatan kata-kata ini mungkin sulit untuk bisa dideteksi secara kasat mata.  Tak ada darah berceceran.  Tak ada korban tergeletak tak bernyawa.  Tapi, bila si pelaku terus menerus melakukannya, apalagi ke banyak orang, bukan tidak mungkin peristiwa berdarah ala koran lampu merah seperti di atas bisa terjadi.

Bagaimanapun ‘We could kill a life with words
And I know that one could kill another because of words.
That’s for sure.