hanya agar kau tahu
Dia sama sekali bukan Arjuna
Dia hanyalah seorang pengecut
Atau setidaknya seorang anak ingusan
Yang harus selalu ditemani dan dibimbing
Semakin kurasakan hal itu
Mei 2008
Mei 29, 2008
Mei 29, 2008
Sudah nulis blog maki-makian tentang perayaan 100 tahun kebangkitan nasional yang besar-besaran goblok itu. Sudah pula nulis tentang betapa takutnya aku ditinggalkan oleh si dia. Nulis review hape baru temanku. Nulis analisa hubunganku dengan si dia. Nulis keluh kesah ini itu. Banyak sekali file doc maupun txt baru di folder document ponselku tersayang, tak satupun aku upload.
Akhirnya aku malah menulis dan mengupload tulisan ini. Hehehe. Rasanya ide-ide segar yang kurasa mengalir ketika pertama aku mulai bercerita tentang masa lalu nan indah bersama pujaan hati aka mr. D sudah lenyap kini. Berlalu entah kemana. Walau kadang masih ada percikan semangat yang tersisa ketika menulis tentang pertemananku dengan si dia yang pasang surut, tapi ‘nyala api’ itu rasanya makin mengecil. Bahkan ingatan-ingatan manis tentang mr. D sekalipun tak mampu mengusir musim salju yang mengepung kedalaman hatiku. Bayangan-bayangan senyum si dia terkembang hanya bagaikan kedipan-kedipan cahaya meteor yang melintas sesaat lalu lenyap ditelan kepekatan malam.
Apakah ini artinya cerita-cerita indah itu telah atau akan segera disudahi? Semoga tidak. Apakah semangat hidupku yang semakin meredup, babak belur oleh rangkaian keputusasaan? Entahlah. Aku hanya bisa berdoa agar Tuhan jangan pernah melepaskan pegangan-Nya pada tanganku.
Mei 28, 2008
I didn’t hear you leave
I wonder how am I still here
And I don’t want to move a thing
It might change my memoryOh I am what I am
I do what I want
But I can’t hide
And I won’t go
I won’t sleep
I can’t breathe
Until you’re resting here with meAnd I won’t leave
I can’t hide
I cannot be
Until you’re resting here with me
I don’t want to call my friends
For they might wake me from this dream
And I can’t leave this bed
Risk forgetting all that’s been
Oh I am what I am
I do what I want
But I can’t hide
And I won’t go
I won’t sleep
I can’t breathe
Until you’re resting here with me
I won’t leave
I can’t hide
I cannot be
Until you’re resting here
I won’t go
And I won’t sleep
And I can’t breathe
Until you’re resting here with me
And I won’t leave
I can’t hide
I cannot be
Until you’re resting here with me
Oh I am what I am
I do what I want
But I can’t hide
And I won’t go
I won’t sleep
And I can’t breathe
Until you’re resting here with me
I won’t leave
I can’t hide
I cannot be
Until you’re resting here
And I won’t go
And I won’t sleep
And I can’t breathe
Until you’re resting here with me
I won’t leave
I can’t hide
I cannot be
Until you’re resting here with me
(‘Here with me’ by Dido) ( I heard the one performed by Sarah Brightman)
hehehe…nggak gitu-gitu banget sih….i won’t die without you….gw masih akan tetep bernapas meski tanpamu….life goes on….dan gw tetep harus menjalaninya suka ataupun tidak……tapi memang ketiadaanmu menyesakkan dada….membuatku sulit bernafas….rasanya sakit sekali memikirkanmu yang entah di mana….tenggelam dalam khayal yang membuatku melihat bayangmu di mana-mana…..di layar bioskop yang ku pandangi malam minggu kemarin….di syair lagu yang kudengar berulang-ulang via mp3 player…..pada sosok sahabatku yang menemaniku berburu gadget di manggadua….yah, cukup…cukuplah tentangmu…..sudah terlalu banyak omelan ku dengar untuk berhenti….berhenti mengejar bayangan…..jadi ya sudahlah….life goes on…that’s it…. meskipun sebenernya gw udah males untuk menjalani hidup yang terasa hampa ini…..
Mei 28, 2008
Memang ini yg diinginkan bukan? Sepi. Sunyi. Jadi biar aku yg mengambil alih kini. Biarkan aku mencoba, gimana rasanya menahan kantuk yg menyerang sementara masih ada orang lain di kamarmu, berceloteh dan terbahak nyaring. Tapi tentu akan ada bantahan : semua gangguan takkan terasa karena sang pelaku invasi adalah sang arjuna cinta yang dipuja-puja. Ya ya ya. Sang arjuna bebas melakukan apa aja di tempat si budak cintanya. Hahaha. Khayalan yang terlalu dilebih2kan indahnya. Arjuna dan pemujanya, selalu berduaan bersama melintasi sang waktu. Ah, alangkah romantisnya! Begitu indahnya! Kecuali satu : kenyataan bahwa semua itu dongeng belaka. Sebuah kisah fantasi yang dipaksakan untuk ada meski tak ada. Satu cerita pertemanan yang bermula dari solidaritas yang diceritakan ulang dengan sudut pandang lain menjadi romansa. Yah, seperti telah terkata pilihan telah dibuat, meski tak jelas oleh siapa dan tentang apa. Life goes on, no matter how bitter it is.
Mei 23, 2008
yup. aku nggak mau lagi menyia-nyiakan perasaan sayang ini. tak peduli kepada siapapun. apapun. bahkan meski orang yang kusayangi itu tak mengerti atau tak mau tahu tentang rasa sayangku ini. walau rasanya percuma melanjutkan rasa sayang ini. entah mengapa baru sekarang aku mendengar bisikan itu : menyayangi adalah satu anugerah yang tak terkira.
yah, selama aku masih bisa membagikan kasih sayang, akan tetap kulakukan hal ini. sungguh indah rasanya bisa menyayangi. apalagi kasih yang benar-benar tulus tanpa mengharapkan apapun. bahkan mengharap pengertian balik pun tidak. sulit memang untuk dilakukan. tapi harus kucoba.
Mei 22, 2008
‘Kamu kabur kan semalam?’
‘Hah? Kabur? Kabur ke mana?’
‘Ya ke kamarmu. Ninggalin aku.’
‘Ah, enggak. Aku nggak kabur kok. Aku bener-bener ngantuk tadi malem.’
‘Boong!’
‘Sumpah! Aku bener-bener nggak kuat nahan ngantuk semalem.’
‘Kemaren aja nonton 2 film berturut-turut sampe malem kuat. Film-film yang katamu membosankan itu. Udah gitu paginya berangkat pagi juga gapapa. Aneh banget ya?’
‘Ampuuuun. Orang bener-bener ngantuk kok.’
‘Kenapa ngantuknya baru keluar ketika dia masuk ya?’
‘Ha? Dia?’
‘Kamu tahu siapa dia. Nggak usah berlagak bloon. Kita sama-sama tahu siapa yang kita omongin.’
‘Kenapa pula aku harus menghindarinya? Nggak ada apa-apa ama dia kok.’
‘Itu kan katamu. Tapi air mukamu nggak bisa boong lho. Aku bisa melihatnya berubah ketika dia masuk.’
‘Ngayal kamu.’
‘Aku melihat rasa cemas. Kegelisahan. Ketidaknyamanan.’
‘Kurasa itu wajar saja melihat kelakuan dan gelagatnya saat itu. Aku tahu kamu juga merasa begitu.’
‘Kamu langsung berhenti berbicara dan tertawa. Volume suaramu langsung mengecil. Senyum langsung terhapus berganti khawatir.’
‘Aku tahu pasti kamu juga gelisah bukan kepalang. Kau nggak bisa duduk dengan tenang barang sekejap pun. Kamu berulang kali melihat ke arahku dengan waswas.’
‘Kamu akhirnya tidak mau menahannya lagi dan pergi.’
‘Untuk apa aku menyiksa diri?’
‘….’
‘Aku yakin kamu bisa menanganinya sendiri. Kamu memang jago soal itu. Menahan perasaan. Aku? Maaf. Aku nggak bisa kayak kamu.’
(Yah, aku tahu kamu memang nggak peduli. Tapi andai aja kamu nggak begitu jelasnya memperlihatkan padaku)
Mei 21, 2008
my blueberry nights
Posted by aito under Review, curahan hati | Tag: blueberry, my, nights |Leave a Comment
hampir jam 12 malam. Kelopak mata terasa berat namun tetap kupaksa untuk terbuka. Layar tivi memampangkan ‘my blueberry nights’. Terus terang aku udah agak jenuh melihat perjalanan dan pencarian Lizzie yang aneh (dan makin aneh dalam tangkapan-tangkapan gambar yg hampir selalu suram ditingkahi permainan warna-warni neon). Kantuk makin ganas menyerang. Aku melihat sahabatku. Dia masih dengan tekun menyimak adegan demi adegan. Tak tega aku menyerah pada panggilan pulau kapuk dan meninggalkannya sendiri. Toh tadi akulah yang berkeras meyakinkan untuk memutar dvd satu ini. Padahal tadi ku dengar dia mengeluh tak kunjung menemukan inti cerita film ini. (ya ya. Aku tahu kamu selalu bilang kamu nggak begitu suka film drama. Meski yg terlihat olehku kamu selalu membeli dvd drama komedi romantis dan film-film a la chicklit. Hahaha. Maaf, sob!) Bagiku film ini adalah cerita satu perjalanan hidup yang cukup menarik. Pelarian dan pencarian. Hal-hal yang dialami Lizzie pun cukup realistis dalam segala keganjilannya. Aku hanya tak begitu suka dengan gambar-gambarnya yang nyaris gelap selalu, terlalu banyak pengambilan dari sudut pandang aneh macam dari balik jendela yang penuh tulisan. Jadi, bagiku film ini agak terlalu berlagak memproklamirkan diri sebagai film ‘nyeni’. Nggak perlu segitunya pun aku rasa penonton udah bisa merasakan film ini ‘nyeni’. Hal-hal yang aku keluhkan itu malah agak membuyarkan konsentrasi dari cerita film yang sebenarnya sudah kuat ini.
Mei 19, 2008
peringatan 100 tahun kebangkitan perempuan
Posted by aito under gambar | Tag: 100, kebangkitan, perempuan, peringatan, tahun |Leave a Comment
Mei 19, 2008
teman-teman
Posted by aito under curahan hati | Tag: hubungan, relasi, sahabat, teman, tipe |Leave a Comment
Sebuah ngobrol-ngobrol ngalor ngidul di satu cafe yang lumayan cozy (dan yang penting ada wifi gratisan, hehehe) di bilangan Tebet membuatku berpikir (lagi) tentang persahabatan. Kalo udah ngomongin ini hampir pasti secara nyaris otomatis pikiranku melayang ke orang-orang yang secara fisik berada di dekatku. Mulai dari tempat tinggal dengan the three musketeers-nya maupun di tempat kerja dengan duo wekwek-nya.
The 3 musketeers ini sebut aja terdiri dari a, b, dan c.
Si a terlihat paling stabil dan netral, meski kadang mengarah ke kurang berperasaan saking ‘lurus’nya dia. Tapi di balik sikapnya yang terlihat agak kaku dan menjaga jarak itu kau bisa merasakan bahwa dia memiliki satu kepedulian pada teman-temannya. Tipe ini sepertinya paling enak untuk dijadikan teman yang walopun terlihat nggak begitu dekat tapi masih ada perhatian. Model hubungan dengannya bisa dibilang seperti ‘brothers with equal ranks’. Hubungan ini juga lebih menyenangkan untuk dijalani karena relatif kecil tingkat kerawanan konfliknya.
Si b sepertinya terlihat paling perhatian menjurus ke bawel. Dia bisa melimpahimu dengan kasih sayang yang besar bila dia juga merasa diperhatikan. Sebaliknya bila dia merasa terpinggirkan sedikit saja dia akan menarik diri atau bahkan ‘menyerang’. Bila merasa tersaingi kedudukannya dalam suatu hubungan, dia suka memakai cara-cara yang cenderung demonstratif. Relasi dengannya hampir selalu emosional, dan begitu mudahnya berubah-ubah seturut suasana hati. Hubungan macam ini yang cenderung seperti ‘violent lovers’ paling susah untuk dijaga karena sangat rentan terhadap konflik.
Si c ini memiliki sedikit kemiripan dengan si b. Dia juga suka diperhatikan dan didengar. Namun dia tidak suka menunjukkan kebutuhannya itu dengan merajuk atau cara apapun yang terlalu terlihat. Bila merasa terpinggir dia lebih memilih menghilang atau menyepi secara diam-diam. Dia lebih suka berkomunikasi dengan ‘kode-kode’ kepada orang yang dia tuju daripada menyatakan langsung, terutama bila berada di keramaian orang-orang yang dikenal. Baru bila berdua saja dia berani mengutarakan apa yang dimaksud. Tipe relasi dengannya agak-agak mengarah ke ‘your kid brother’ alias serasa dengan adik laki-lakimu yang meski pada intinya suka diperhatikan dan disayang dia gengsi menunjukkan itu. Lebih parahnya, sebagai adik, dia tidak terlalu merasa terbeban untuk memberikan timbal balik karena cenderung menganggap abangnya cukup mampu untuk berdiri sendiri. Hubungan dengannya tidak terlalu emosional walau kadang sedikit membuat jengkel melihat rendahnya kepedulian dia pada masalah temannya. Meski dia juga masih mau berbagi/mendengar permasalahan dengan teman, namun dia lebih sering lepas tangan atau lebih parah lagi kabur melarikan diri.
Di tempat kerja ada d dan e dengan karakternya sendiri.
Si d juga bawel dan sangat perhatian kepada semua teman. Kadang terlalu mementingkan orang lain hingga malah merugikan dirinya sendiri. namun bila sedang sibuk atau stress berat, dia bisa berubah sama sekali menjadi ‘ganas’ atau paling tidak cuek.
Si e juga sepertinya cukup perhatian. Namun jelas terlihat egoisme-nya jauh lebih besar. Tipe yang sama sekali nggak mau repot apalagi ambil resiko meski untuk temannya. Dia sendiri suka bertingkah manja pada orang-orang di sekitarnya.
Nah, itulah beberapa orang yang kini dekat denganku. Minimal secara jarak fisik. Laen kali mungkin bakal disambung dengan orang-orang laen yang secara fisik jauh tapi tetap dekat di hati. Kalo inget.
Mei 18, 2008
mimpi nyata yang mustahil
Posted by aito under curahan hati | Tag: bayang, ilusi, Mimpi |Leave a Comment
jam 1 malam lewat 10 menit. Aku terbangun mendadak. Duduk di tepian ranjang. Meraba-raba dalam gelap mencari sesuatu dari tumpukan benda yg memenuhi meja kecil. Layar ponsel menyala, memampangkan baris-baris nama yang sangat kurindukan. Kupicingkan lagi mata yang masih terasa sulit untuk dibuka lebar. Ah, ternyata hanya ilusi semata. Mimpi yg terasa begitu nyata. Yah, itulah akibatnya bila terlalu berharap. Mengharapkan dari sesuatu yang kau tahu tak bisa diandalkan.
Mei 15, 2008
i’ll never fall in love again (ah masa??…)
Posted by aito under (penggalan) lirik, curahan hatiLeave a Comment
What do you get when you fall in love?
A guy with a pin to burst your bubble
That’s what you get for all your trouble
I’ll never fall in love again
I’ll never fall in love again
What do you get when you kiss a guy
You get enough germs to catch pneumonia
After you do, he’ll never phone ya
I’ll never fall in love again
I’ll never fall in love again
Don’t tell me what it’s all about
’cause I’ve been there and I’m glad I’m out
Out of those chains those chains that bind you
That is why I’m here to remind you
What do you get when you give your heart you get it all broken up and
battered
That’s what you get, a heart that’s shattered, I’ll never fall in love
again
Out of those chains those chains that bind you
That is why I’m here to remind you
What do you get when you fall in love?
You only get lies and pain and sorrow
So FOR at least until tomorrow
I’ll never fall in love a gain
I’ll never fall in love a gain
(‘I’ll never fall in love again’ by Burt Bacharach)
Tiap kali denger lagu itu aku suka senyum-senyum sendiri. Seperti seseorang yang kukenal. Mengingat betapa tiap kali merasa disakitin lalu memproklamirkan kalimat seperti judul lagu ini. Hahaha. Ternyata susah sekali ya untuk menahan hatimu agar tidak jatuh. Jadi ya yang bisa dikatakan hanyalah
So FOR at least until tomorrow
I’ll never fall in love a gain
I’ll never fall in love a gain
paling nggak sampe besok deh…..hehehe….
