Huahem.
Jam 10.55. ‘The good night’ baru aja kelar diputar. Mr.D2 bergegas mematikan dan membereskan dvd player. “Sudah ngantuk banget.” katanya. Dia sering beralasan bahwa menonton dvd pada malam hari menjelang waktu tidur ini membuat tidurnya lebih nyaman dan nyenyak. Apalagi bila film yang ditonton macam film-film koleksiku : film-film festival, film prancis, drama komedi yang cenderung gelap berbau ironi, film-film yang baik sedikit atau banyak menyangkut kehidupan tokoh-tokoh gay. Nggak tahu pernyataan ini dimaksudkannya sebagai pujian atau sindiran pada koleksi dvd filmku yang tidak umum, apalagi dibandingkan koleksinya yang terdiri dari film-film drama romantis dan chicklits (hahaha).
Tapi toh begitupun dia tetap juga menonton film-film yang menurut istilah dia ‘membuat ngantuk’ itu. Ya, akhir-akhir ini memang aku jadi agak giat lagi menonton dvd bersama mr.D2, dan kebanyakan yang kami tonton ya memang film-film milikku yang ‘agak berat’. Dulu, sebelum dvd playerku yang mungil dan berwarna ijo norak rusak, kami memang suka nonton bareng. Tapi seingatku dulu lebih didominasi film-film ringan yang kebanyakan adalah pilihannya. Sesudah aku membeli player baru hobi menonton ini diteruskan lagi. Duluuuu sekali, ketika masih belum kost di tempat sekarang, menonton dvd maupun tv sendirian adalah hal yang amat biasa bagiku. Akhir-akhir ini, menonton sendirian bener-bener terasa hambar. Bahkan untuk menonton film-film kartun Ghibli atau Disney yang sangat aku gemari sekalipun. Kebetulan mr. D2 adalah seorang partner menonton yang cukup baik. Dia tidak keberatan tidur malam dan cukup penurut dalam masalah pemilihan film yang mau ditonton. Hehehe.
Beberapa film yang sebetulnya menurut aku sendiri juga ‘aneh dan berat’ yang aku ingat kami tonton akhir-akhir ini antara lain adalah blueberry nights, silk, chansons d’amour, kinky boots, dan the good night. Kebanyakan, di menit-menit awal pemutaran film-film itu bakal terdengar : ” Apaan sih ini?”, “Haduh, maksudnya apa ya?”, “Bener-bener nggak nangkep deh ceritanya apa.”, “Lambat bener sih.”, dan banyak lagi keluhan lainnya. Hihihi. Tapi ya teteup, nonton jalan terus hingga film kelar (kebanyakan sih gitu, hehehe). Maklumlah penonton awam. Termasuk aku tentunya, meskipun suka berlagak doyan nonton film-film festival, hehehe.
Sebenernya, apa sih esensi menonton film-film yang kata sebagian orang sulit dicerna itu? Kalo aku sendiri sih, jujur aja aku nonton ya asal nonton aja. Sedikit berharap akan terhibur atau paling tidak mendapat sedikit penyegaran atau mungkin inspirasi. Dari 5 film yang disebut di atas sih kayaknya yang memenuhi kriteria itu ‘Kinky boots’ dan ‘The good nights’. Yang lainnya hampir bener-bener nggak nancep dan nyaris sekedar pengantar tidur aja seperti kata mr.D2. Kalopun ada yang merasuk ke dalam memori itu sekedar penggalan-penggalan citra atau atmosfer (yang sialnya kebanyakan gelap) yang meninggalkan kesan kuat pada dunia nyata. Tapi ini semua cuman pemahamanku yang dangkal selaku seseorang yang hobi membeli dvd film tapi suka lupa untuk menontonnya. Hahaha. Pastinya akan beda banget dari kesan dan pesan orang-orang penikmat film sejati macam miss Ra. Hahaha.
Juni 25, 2008
night watching…hahaha…
Posted by aito under curahan hati | Tag: bareng, dvd, malem, nonton |Leave a Comment