lembar-lembar halaman buku catatan berjatuhan
file-file foto yang di-delete dari micro sd card ponsel
rasa nyeri yang menjalar mulai dari dalam dada ke seluruh penjuru tubuh
senyum ramah berganti tatapan kaku, dingin macam balok es
tangan yang tak mau jua bergerak meski telah memegang pena yang menyentuh lembaran lembut kertas
lamunan demi lamunan melayang-layang, berlari kecil berkejaran dalam benak, terutama di saat-saat sepi
berlalunya sapaan-sapaan kecil yang biasanya menyegarkan hari nan panas
sms-sms pendek dan history dari yahoo messenger yang tak lagi manis seperti isinya
rasa dingin menggigit saat menyadari ketiadaanmu
alunan lagu-lagu cinta yang kini terdengar bagai requiem
gemetar jari-jari tangan yang tak lekas berhenti
satu gumpalan besar yang terasa menyumbat tenggorokan
daun-daun merona keemasan, berjatuhan memenuhi halaman
sepasang mata yang tak bisa lagi membasahi diri dengan air mata
hancur sudah
semua rasa manis itu