“Hehe, aku dah punya lagu barunya anggun yang versi perancisnya.”
“Aaa! Bluetooth! Bluetooth!”
“Nanti dulu. Aku pamer dulu dong.” Bimo tersenyum nakal sambil memutar lagu itu di ponselnya.
“Nemu di mana kamu? Download illegal mp3 lagi ya?”
“Ada dehhh… Mau tau aja. Yang penting kan kamu dapet.”
Andi cuma bisa manyun dengan tak sabar. Sambil mendengar lagu yang diputar di ponsel Bimo, khayalan-khayalan indah berkelibasan dalam benaknya. Bimo mulai lagi mendownload lagu-lagu untuknya. Sikap Bimo akhir-akhir ini juga jauh berubah dibanding awal-awal hubungan mereka. Dulu Bimo banyak menempatkan diri sebagai sebagai adik kecil yang menanti kakaknya bertindak. Bila mereka bepergian berdua Andi yang lebih sering ‘maju’ terlebih dahulu meski yang punya keperluan adalah Bimo sekalipun. Kini hal itu agaknya berbalik. Bimo jadi lebih melindungi. Andi makin merasa nyaman di dekat Bimo. Namun di sisi lain ia juga makin merasa waswas karena frekuensi pertengkaran di antara mereka pun bertambah. Antara rasa dekat dengan kesal makin mudah berganti-ganti.
“Hhhh..seandainya…” lamun Andi sambil tersenyum-senyum sendiri.