saat-saat berdua saja, kami benar-benar layaknya sepasang suami istri yang bahagia. penuh tawa canda, saling perhatian, goda dan ejek berganti-ganti, dan selingan pertengkaran-pertengkaran kecil. kami seperti terhubung, kami berbicara lewat tatapan.

tapi semua koneksi itu langsung terputus, lenyap begitu saja dengan kehadiran orang lain di antara keberadaan kami.

kau campakkan cintaku yang berlimpah

kau perlakukan aku macam sampah

tapi bagaimanapun juga

aku sangat mencintaimu, mas