Archive for Desember, 2009


dari jiffest 2009

jiffest 2009 telah berlalu. apa yang tersisa darinya?
pastinya beberapa kenangan, baik yang manis maupun yang buruk. sebenarnya tahun ini tidak banyak film yang saya tonton. hanya ada beberapa film free screening. itu pun kebanyakan tanpa direncanakan alias setengah ngasal aja. hehehe.

kita mulai dari yang buruk terlebih dahulu. pertama adalah gangguan yang terjadi ketika pemutaran flm. hari sabtu 4/12/2009, di awal pemutaran film sempat terjadi tak terdengarnya suara apapun dari film tersebut.
lalu ketika menonton ‘adela’ gambar yang tertampil di di layar tampak kasar bergaris-garis. oleh panitia hal ini disebutkan karena adanya perbedaan sistem pal-ntsc (kok kayak tv ya ternyata??) antara negeri asal film itu dengan di indonesia. huh.
yang menyebalkan lagi antara lain ketika kami tidak kebagian tiket ‘indonesia short films. padahal kami datang kira-kira 1 3/4 jam sebelum pemutaran film itu. ternyata tiket yang seharusnya dibagikan sejam sebelum pemutaran film telah dibagikan 1 1/2jam sebelumnya dan sialnya kami tak menyadari bahwa panitia melanggar aturan main yang dibuatnya sendiri.

lalu apa kenangan manis yang tersisa?
sudah pasti yang pertama adalah film-film karya yasmin ahmad yang inspiratif namun tetap menghibur. campuran yang pas antara komedi dengan kegalauan. kentalnya unsur-unsur pertentangan dan komunikasi antar suku dan etnis sangat menarik untuk disimak.
kedua adalah hadirnya 2 orang yang sangat aku sayangi menonton bersamaku, meski hanya pada hari pertama. hehehe.
lalu, film-film festival, entah kenapa, meski yang sangat membosankan dan lambat sekalipun selalu berhasil memasukkan sesuatu dalam benakku.
misalnya film ‘adela’ yang memang oleh produser dan sutradaranya sengaja dibuat tanpa musik latar dan menonjolkan keaslian suara-suara alami membuatku pada satu pagi merenungi berbagai suara yang mampir di kupingku saat ku berjalan menuju halte bus. kicauan burung, anak-anak berteriak-teriak senang, suara batu dipukuli oleh tukang, berbagai jenis bunyi-bunyian yang selama ini aku tak pernah perhatikan. ah, indahnya musik kehidupan.
bahkan film super boring dan geje (menurut saya) ‘here’ yang bercerita tentang kehidupan orang di sebuah mental institution pun membuatku tercenung akan kewarasan, keragaman sudut pandang manusia, dan kehidupan itu sendiri.
oh ya, lalu memori terakhir yang sangat manis adalah ‘sweet disposition’, lagu tema dari film ’500 days of summer’ yang juga menjadi lagu latar trailer jiffest. lagu yang dibawakan grup band asal negeri kangguru ‘temper trap’ ini langsung menancap dalam ingatan sejak pertama saya mendengarnya dan seakan tak mau berhenti berdengung di sekitar pendengaranku :D

loss

‘dealing with grief of loss’ Dang! i felt like i was stabbed right into my heart as i saw a title of a thread in a forum for ‘queer’ folks. ternyata bnyk yg ngalamin gt. not really an homoerotic love, but further beyond than just bestbuddies. is it platonic love? not really sure about the definition. pokoknya satu perasaan dekat yg aneh, susah dijelaskan dg kata2 yg bukan hubungan pacaran sesama jenis tapi juga jauh lebih dalam dari skedar sahabat. ah, binun dah. hehe

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.