Uncategorized


you took my hand
and said good-bye
we looked into each others’ eyes
and so i melted away

ewh, ada yang maen2 api rupanya? gimana ya? apa pura2 gak tau aja? padahal dia sendiri selalu pengin tau tentang kontak apapun yang aku lakukan dengan siapapun. apakah ini memang tipikal aquarius? inconsistency and lack of loyalty and faithfulness? i certainly hope not.

“ih, kan udah diajak makan bareng ama doi, kok ditolak? trus sekarang nyesel gitu?”
huhuhu. cerca sobatku itu terngiang di kuping. di kamar mandi terpikir lagi olehku,”iya ya. kan makan berdua adalah satu-satunya kesempatan being in one on one position ama dia. mungkin dalam situasi begitu ada satu dua hal yang bisa diperbaiki.”
ah, tapi memangnya bisa memperbaiki sesuatu yang tidak ada? haha.

bantal berbau khas dirimu

hawa sejuk yang nyaris membuat menggigil

musik indah mengalun samar

titik-titik air hujan berjatuhan riang di luar sana

wangi aroma teh hijau menyaput ringan

warna biru muda lembut bercampur abu ditingkahi kilasan kuning, hijau muda, dan putih di sana-sini

susu coklat kental yang hangat beruap

senyum ramah yang tak kunjung terhapus dari wajahmu

hmm, what a wonderful feel good time

cinta memang satu bentuk energi yang kuat ya?
ia mampu menggerakkan manusia untuk melakukan hal-hal yang tak pernah disangka bisa mereka lakukan
di antaranya adalah menulis
puja-puji, cacian dan makian, jeritan atau bisikan
saat cinta itu membeku, layulah tenaga yang menggerakkan tangan ini
meski sekedar untuk mengetik satu dua patah kata

cinta

sebenarnya malu juga memiliki hati yang keras lagi sempit. berulangkali sudah aku dengar bisikan agar aku lebih berbelas kasih dan pemaaf. tiap kali aku niatkan diri untuk memaafkan, aku akan lepaskan semua. tapi itu semua hanya sebatas niat kosong yang tak pernah jadi nyata selain di angan. hanya karena kejadiaan kecil saja, atau bahkan sekedar melihat muka, amarah bisa mendadak berkobar. ah, maaf. mudah memang diucap, sungguh sulit untuk dilakukan.

M U N A F I K !!

J E R K

Muak dengan kota Jakarta.
Sudah berulang kali ku dengar orang menyatakan itu. Aku sendiri juga kerap kali merasakan hal yang sama. Pagi ini di sebuah perempatan, melihat begitu banyaknya kendaraan menyemut tak karuan, mual terasa. Begitu brutal tanpa kenal tata tertib lalu lintas. Seperti inilah ibukota negara kita? Inikah gambaran masyarakatnya yang chaotic dan tak tau aturan? Bukan cuman bus-bus kota dan angkot yang tak kenal ampun main serobot, kini aku merasa motor jauh lebih menakutkan. Benar-benar tak ada kata mengalah. Baik pada kendaraan yang lebih besar, apalagi pada yang lebih lemah macam pejalan kaki. Memang nggak semua pengendara motor seperti itu. Tapi secara umum itulah gambaran yang terpatri di benak melihat kelakuan pengendara motor di Jakarta. Motor di Jakarta jadi identik dengan brutalisme, egoisme. Mungkin sebenarnya pengendara motor yang seperti itu hanya sekian persen. Tapi kenyataan ini tak bisa disangkal lagi dan sangat menancapkan kesan buruk terutama bagi pengguna kendaraan jenis lain (apalagi bagi pejalan kaki, yang sering sudah berjalan pada tempatnya yaitu di trotoar dan masih juga di klaksonin oleh pengendara motor!).
Halo pemda DKI? Kalian tidur yah? Malah bikin aturan pejalan kaki harus berjalan pada tempatnya, lha motor-motor itu lah kalian urusin dulu! Trotoar dan jembatan penyebrangan pejalan kaki aja diserbu! Memang sih Jakarta identik dengan egoisme absolut. Semua ujung-ujungnya duit dan serba cepet. Dan pengendara motor yang tak kenal aturan sepertinya bener-bener manifestasi sesungguhnya dari identifikasi itu.
Aku sama sekali nggak malu sebagai orang Jawa yang sering di-stereotype-kan dengan ‘alon-alon waton kelakon’. Daripada sok cepet. Sok sibuk. Sok penting. Cepet ke neraka kali yah?
Hahaha!

(Aku jadi ngerti kenapa kamu bener-bener eneg ama Jakarta dan pengin kembali ke kampung halaman. Untuk hal ini aku harus setuju denganmu, sob)

Aku sungguh takut untuk berpisah denganmu
Kehilanganmu
(kutahu tinggal menunggu saatnya tiba)
(maybe much sooner than i thought)
Oh, my Lord, please, help me
this tight feeling in my chest
Crumble
Crumble
Crumble

Lagi-lagi gitu….
hihihih…ya sutralah…
toh sudah tau juga
percuma dipikirin
nggak bisa menghargai orang lain, mintaknya dihargain
mana ada macam gitu
maunya disayang, tapi ngasinya kedengkian
nggak mungkin banget deh
mintak senyum ceria, bisanya cuman ngasi wajah sinis penuh kerut
mintak diperhatiin, di-sms-in ato di-ym-in balesnya suka-suka
sok sibuk
sok penting
kalo emang segitu pentingnya mending kelaut aja deh

Halaman Berikutnya »