Category: Uncategorized


main api

ewh, ada yang maen2 api rupanya? gimana ya? apa pura2 gak tau aja? padahal dia sendiri selalu pengin tau tentang kontak apapun yang aku lakukan dengan siapapun. apakah ini memang tipikal aquarius? inconsistency and lack of loyalty and faithfulness? i certainly hope not.

menyesali apa?

“ih, kan udah diajak makan bareng ama doi, kok ditolak? trus sekarang nyesel gitu?”
huhuhu. cerca sobatku itu terngiang di kuping. di kamar mandi terpikir lagi olehku,”iya ya. kan makan berdua adalah satu-satunya kesempatan being in one on one position ama dia. mungkin dalam situasi begitu ada satu dua hal yang bisa diperbaiki.”
ah, tapi memangnya bisa memperbaiki sesuatu yang tidak ada? haha.

kekuatan cinta

cinta memang satu bentuk energi yang kuat ya?
ia mampu menggerakkan manusia untuk melakukan hal-hal yang tak pernah disangka bisa mereka lakukan
di antaranya adalah menulis
puja-puji, cacian dan makian, jeritan atau bisikan
saat cinta itu membeku, layulah tenaga yang menggerakkan tangan ini
meski sekedar untuk mengetik satu dua patah kata

cinta

maaf

sebenarnya malu juga memiliki hati yang keras lagi sempit. berulangkali sudah aku dengar bisikan agar aku lebih berbelas kasih dan pemaaf. tiap kali aku niatkan diri untuk memaafkan, aku akan lepaskan semua. tapi itu semua hanya sebatas niat kosong yang tak pernah jadi nyata selain di angan. hanya karena kejadiaan kecil saja, atau bahkan sekedar melihat muka, amarah bisa mendadak berkobar. ah, maaf. mudah memang diucap, sungguh sulit untuk dilakukan.

M U N A F I K !!

J E R K

bosan Jakarta?

Muak dengan kota Jakarta.
Sudah berulang kali ku dengar orang menyatakan itu. Aku sendiri juga kerap kali merasakan hal yang sama. Pagi ini di sebuah perempatan, melihat begitu banyaknya kendaraan menyemut tak karuan, mual terasa. Begitu brutal tanpa kenal tata tertib lalu lintas. Seperti inilah ibukota negara kita? Inikah gambaran masyarakatnya yang chaotic dan tak tau aturan? Bukan cuman bus-bus kota dan angkot yang tak kenal ampun main serobot, kini aku merasa motor jauh lebih menakutkan. Benar-benar tak ada kata mengalah. Baik pada kendaraan yang lebih besar, apalagi pada yang lebih lemah macam pejalan kaki. Memang nggak semua pengendara motor seperti itu. Tapi secara umum itulah gambaran yang terpatri di benak melihat kelakuan pengendara motor di Jakarta. Motor di Jakarta jadi identik dengan brutalisme, egoisme. Mungkin sebenarnya pengendara motor yang seperti itu hanya sekian persen. Tapi kenyataan ini tak bisa disangkal lagi dan sangat menancapkan kesan buruk terutama bagi pengguna kendaraan jenis lain (apalagi bagi pejalan kaki, yang sering sudah berjalan pada tempatnya yaitu di trotoar dan masih juga di klaksonin oleh pengendara motor!).
Halo pemda DKI? Kalian tidur yah? Malah bikin aturan pejalan kaki harus berjalan pada tempatnya, lha motor-motor itu lah kalian urusin dulu! Trotoar dan jembatan penyebrangan pejalan kaki aja diserbu! Memang sih Jakarta identik dengan egoisme absolut. Semua ujung-ujungnya duit dan serba cepet. Dan pengendara motor yang tak kenal aturan sepertinya bener-bener manifestasi sesungguhnya dari identifikasi itu.
Aku sama sekali nggak malu sebagai orang Jawa yang sering di-stereotype-kan dengan ‘alon-alon waton kelakon’. Daripada sok cepet. Sok sibuk. Sok penting. Cepet ke neraka kali yah?
Hahaha!

(Aku jadi ngerti kenapa kamu bener-bener eneg ama Jakarta dan pengin kembali ke kampung halaman. Untuk hal ini aku harus setuju denganmu, sob)

Aku sungguh takut untuk berpisah denganmu
Kehilanganmu
(kutahu tinggal menunggu saatnya tiba)
(maybe much sooner than i thought)
Oh, my Lord, please, help me
this tight feeling in my chest
Crumble
Crumble
Crumble

Lagi-lagi gitu….
hihihih…ya sutralah…
toh sudah tau juga
percuma dipikirin
nggak bisa menghargai orang lain, mintaknya dihargain
mana ada macam gitu
maunya disayang, tapi ngasinya kedengkian
nggak mungkin banget deh
mintak senyum ceria, bisanya cuman ngasi wajah sinis penuh kerut
mintak diperhatiin, di-sms-in ato di-ym-in balesnya suka-suka
sok sibuk
sok penting
kalo emang segitu pentingnya mending kelaut aja deh

(sulit) mengerti

Bener gak si bahwa kedekatan dengan seseorang erat hubungannya dengan tingkat pemahaman akan jalan pikiran orang tersebut? Karena aku bener-bener susah untuk ngerti apa yang kamu maksud saat aku merasa ‘jauh’ darimu. Meskipun sudah panjang lebar kamu menjelaskan. Bagaimanapun caramu menyatakan. Beratus kali kau ulangi pun. Bagaimanapun kamu lipat-lipat mukamu yang biasanya penuh senyuman itu. Aku tetep gak nangkep apa yang kamu mau.

Semua terasa begitu mudah untuk dimengerti saat aku merasa kita ‘dekat’. Tak perlu kau nyatakan satu patah kata pun. Hanya dengan senyumanmu pun. Hanya dengan kerling matamu pun. Aku tahu apa yang ingin kau bisikkan padaku.

Back away

Oh, how crowded. People all over the place.
You start to pull yourself away. Like you always did. Covering yourself in the corner.
‘So hot I can hardly breathe.’ You said.
I understand you can’t stand the heat. Yeah, me, too, darling. I know it’s just so hot.
But I don’t think that’s the real cause. I’m quite sure it’s because the persons are my friends, none of yours. So you choose to back away.
‘I just need a little space.’
Oh, yes, sure. Anything for you, my love.
You shut your mouth up ever so tightly.
You’re almost like a stranger to me. Where’s the boy who talked so much of his anguish? Where’s the expressive person I used to know?
You seemed like 2 persons in one body.
So, which one is the real you?

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.